Sejarah DesaPimpinan DesaPeta DesaWilayahSarana Umum

contoh foto desa sejarah

Asal usul \Desa

Sejarah Desa
Tidak ada sumber atau catatan resmi terkait sejarah Desa Karanggayam, namun menurut berbagai sumber yaitu para sesepuh Desa Karanggayam bahwa konon pada zaman sebelum datangnya penjajahan Hindia belanda, di tanah jawa sudah ada kerajaan salah satunya yaitu kerajaan tanah jawa (daerah sekitar solo).

Pada suatu hari sang raja mengeluh pada dirinya karena sudah merasa lanjut usia sedangkan putra-putranya masih belum cukup memiliki ilmu tata pemerintahan maupun kanuragan untuk menggantikan dirinya sebagai seorang raja.

Maka pada hari yang tepat dikumpulkanlah semua putra dan istri serta keluarga keraton termasuk sesepuh kerajaan bernama Ki Suramenggala yang terkenal didalam maupun diluar kerajaan karena lmunya, baik ilmu tata pemerintahan maupun beladirinya.

Dalam pertemuan keluarga kerajaan tersebut seorang pangeran muda mengusulkan bahwa dirinya bermaksud akan mencari ilmu, baik ilmu tata pemerintahan maupun ilmu kanuragan/beladiri di luar kerajaan karena ilmu yang diberikan oleh sesepuh keraton dianggap belum cukup (memang dengan sengaja sesepuh Ki Surameggala hanya memberikan ilmunya sebagian kecil saja karena belum tahu karakter pangeran tersebut)

Dikabulkanlah permohonan sang pangeran muda untuk mengembara mencari tambahan ilmu dengan didampingi oleh 2 orang prajurit dan sesepuh/ penasehat yaitu Ki Suramenggala.

Al kisah dalam perjalanan pengembaraan sampailah di suatu daerah berjalan menyusuri arah aliran sungai lopasir karena perjalanan sudah cukup jauh Pangeran muda merasa kecapaian maka ditemukan sebuah pohon gayam yang besar tumbuh ditepi sungai/kali disitulah Pangeran muda bersama rombongan istirahat.

Pangeran muda dalam peristirahatan merasakan keajaiban bahwa rasa capai lelah hilang seketika segar bugar seperti sedia kala dibawah pohon gayam yang tumbuh diatas batu cadas bagaikan karang dengan disaksikan oleh Ki Suramenggala Pangeran Muda Berucap Karang-gayam terjadilah nama Desa Karanggayam dan disampingnya ada sebuah kedung dinamakan kedung gayam yang pada saat itu sampai tahun 1970-an dikenal sebagai lumbung ikan.

Seiring perjalan mereka waktupun sudah hampir sore, maka Ki Suramenggala memutuskan bermalam disekitarnya.

Ditempat inilah Ki Suramenggala menggembleng Sang Pangeran Muda segala ilmu yang dimiliki baik ilmu pemerintahan maupun ilmu kanuragan sampai tuntas,sehingga tempat penggemblengan sang pangeran dikeramatkan oleh sebagian penduduk desa Karanggayam sebagai tempat permohonan orang ingin menjadi prajurit, jadi lurah dan sebagainya.
Kebetulan disana tumbuh secara alami pohon mangga liar bernama pohon mangga bawang dan dibawahnya terdapat layaknya sebuah pemakaman maka tempat tersebut dikenal dengan nama makam mbah mbawang hingga sekarang.

Konon kabarnya pertama kali menjadi pimpinan/lurah di Desa Karanggayam bernama Kerpoyudo masih karabat sesepuh/penasehat raja tanah jawa (daerah solo) yang hanya memimpin tujuh belas rumah/ kk.
Sejarah Pembangunan Desa.
Sejak jaman Kolonial Belanda dalam perjalanan desa karanggayam sudah ada kepemimpinan di desa yaitu lurah.

Sebelum Indonesia merdeka di Desa Karanggayam tercatat yang pernah menjadi pimpinan/ lurah diantaranya adalah:
Arsadirana, Kartowirejo, Arsadirana, Kramawijaya, Citradiwirya, Setradiwirya yang dengan pola kepemimpinan masih kental dengan feodalisme.
Pada waktu tahun 1942 – tahun 1974 terpilih kepemimpinan/ lurah Bpk Setramireja juga masih kental dengan feodalisme namun sudah berjalan pemerintahan secara sederhana dan apa adanya, baru pada tahun 1946 pemerintahan sudah bisa membagi wilayah kebaon menjadi 2 Kebaon yang dipimpin oleh seorang Bau juga terbentuk Rt dan RK.

Pada periode kepemimpinan ini juga ketempatan sebagai pusat upacara pengibaran sang saka merah putih (HUTRI ke 3) ditempatkan di wilayah Bau II (grumbul munjul) sebagai komandan upacara Bpk. Teguh.

Pada tahun 1972 secara swadaya desa Karanggayam bisa membangun pusat pemerintahan berupa Kantor Balai Desa. Tahun 1975 – 1976, tidak ada kepemimpinan sehingga dijabat oleh YMT yaitu Bpk Bau I (Sanirpan).

Pada tahun 1977 dari pemerintah menugaskan dari Angkatan Kepolisian untuk menjabat sebagai Lurah Kartiker yaitu Bpk Jemikin, pada dekade tahun 1975 sampai dengan tahun 1979 ada perkembangan yaitu pelebaran jalan-jalan desa yang menuju Kebaon/ grumbul walaupun belum diperkeras dan berdirilah sebuah sekolah Dasar Negeri yang dibangun dengan swadaya secara sederhana.
Pada tahun 1980 sampai tahun 1997 desa Karanggayam dipimpin oleh Bpk. S. Nirman dari TNI-AD.

Dibawah kepemimpinannya juga belum terlihat dalam hal pembangunan baik bidang pemerintahan maupun bidang kemasyarakatan, hanya dalam bidang pendidikan menerima Bantuan Inpres berupa sarana prasarana yaitu gedung SDN 2 dan SDN 3.

S. Nirman juga dikenal sebagai pembela rakyat dan pada masa kepemiminannya dapat mewujudkan pembangunan Joglo yang terbuat dari bahan kayu jati.

Pada tahun 1998 sampai dengan tahun 2006 terpilih Bpk. Sukhad sebagai pemimpin/ lurah desa Karanggayam.

Dibawah kepemimpinnya sejalan dengan bergulirnya reformasi dan krisis ekonomi dan politik sehingga baru berjalan 1 tahun salah satu perangkat desa yaitu carik diturunkan oleh masyarakat disinyalir kurangnya pertanggungjawaban pembangunan Joglo, dan sebagai petugas harian sekdes dijabat oleh Kadus II.

Adapun prestasi yang dicapai dintaranya :
1. Bidang pemerintahan ditata sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing perangkat desa dan mengisi kekosongan perangkat desa melalui penjaringan.
2. Bidang kelembagaan desa mulai difungsikan seperti PKK, LKMD, RT/RW dll
3. Bidang Infastruktur berhasil membangun pengaspalan jalan desa diwilayah Kadus I dan Kadus II, sehingga bisa dilalui kendaraan roda 4,Pemerintahanpun berjalan dinamis bersama kelembagaan desa yang ada terutama BPD.
4. Bidang Pertanian berhasil memanfaatkan lahan kritis menjadi lahan penghijauan.
5. Bidang Kesehatan adanya pembangunan gedung PKD dan berfungsingnya kader-kader posyandu.
6. Meningkatkan pembayaran pajak PBB setiap akhir tahun belum pernah nunggak.
7. Penyaluran Raskin dan pelayanan ASKIN sesuai dengan sasarannya.
Pada tahun 2007 Kepala Desa Karanggayam dipimpin oleh Bpk. Wartim, dibawah kepemimpinnya tinggal meneruskan program-program yang belum bisa ditangani dan memperbaiki pembangunan yang telah ada juga melestarikannya.

Kegiatan yang telah ditangani oleh Kepala Desa  diantarannya adalah :
1. Melengkapi Tata Kerja Aparatur Pemerintah Desa melalui SOTK dan penjaringan perangkat desa.
2. Penambahan wilayah Dusun yang tadinya hanya 2 Kadus menjadi 3 Kadus
3. Mengembangkan pendidikan yang tadinya belum ada TK sekarang sudah berjalan 2 buah TK yang satu TK satu atap bertempat di SDN 1 dan satunya lagi TK Pertiwi yang berada di grumbul munjul/ Kadus II walaupun masih numpang di rumah Balai RT.
4. Pembangunan pengembangan PKD berupa gedung Posyandu/ Sub PKD difungsikan untuk wilayah Kadus II karena jauh dari pusat pemerintahan desa, sehingga pelayanan kesehatan dapat ditangani dengan cepat dan baik.
5. Pengaspalan jalan poros desa antara Kadus II dengan Kadus III, juga pembangunan jalan-jalan lingkungan diwilayah Rt sudah mulai ditangani.
6. Peningkatan kesadaran pembayaran pajak PBB sehingga bisa lunas diawal tahun berkenaan, juga penyaluran raskin dan pelayanan askin berjalan dengan baik.
7. Dan rencana pembangunan Kantor Pemerintahan Desa juga pembangunan lainnya yang akan dan sedang ditangani.
Sehingga bila diurutkan sejak awal adanya desa Karanggayam hingga saat ini, Desa Karanggayam telah dipimpin oleh 10 orang lurah/kepala desa yaitu:
1. Arsadirana
2. Kartowirejo
3. Kramawijaya
4. Citradiwirya
5. Setradiwirya
6. Setramireja
7. S. Nirman (1980 – 1997)
8. Sukhad (1998 – 2006)
9. Wartim (2007 – 2013)
10. Nanang Supono ( 2013 – sekarang )

Desa tempo dulu (optional)

  • masa pra sejarah
  • masa kerajaan
  • masa kolonial
  • masa awal kemerdekaan

Pendirian Desa

  • SK Mendagri No … Tahun …
  • atau Perda Kab. … No. … tahun ….
NoFotoMasa BaktiNamaCapaian / Prestasi
11945-1960Nama Kepala Desa1. Penataan desa
21960-1975Nama Kepala Desa1. Penyelamatan warga desa saat terjadi G-30/S
2. Pembangunan irigasi
31975-1990Nama Kepala Desa1. Pemekaran Desa
2. Konservasi hutan lindung (tanah milik Desa)
41990-2005Nama Kepala Desa1. Pembangunan sekolah dan sarana ibadah
2. Perbaikan bendungan yang mengairi ratusan hektar sawah
52005-2010Nama Kepala Desa1. Mendirikan museum desa
2. Menggagas revitalisasi posyandu
62010-2014Nama Kepala Desa1. Mempelopori desa-desa melek internet dan informasi
2. Menjadi pejuang domain desa.id
7IMG_20140818_0036562013-2019NANANG SUPONO

contoh peta desa

Catatan : Peta Desa ini dapat ditampilkan dari aplikasi pemetaan atau gambar hasil pemetaan yang sudah ada.

Luas wilayah : 390 Ha.
Luas Tanah kas Desa : 1 Ha.

Batas Desa :

  • Timur : Desa …
  • Selatan : Desa …….
  • Barat : Desa …
  • Utara : Desa …

Wilayah Dusun

  • Dusun 1
  • Dusun 2
  • Dusun 3
  • Dusun 4

Geografis

  • Ketinggian tanah : …. mdpl (meter diatas permukaan laut)
  • Suhu udara : ….. °C (rata-rata)

Orbitasi :

  • …… Km dari Pusat Kecamatan
  • …… Km dari Ibukota Kabupaten
  • …… Km dari Ibukota Provinsi
  • …… Km dari Ibukota Negara
JenisNamaJumlahJarak dari desa
Balai Pertemuan1. Balai Desa
2. Balai Dusun
3. Balai RW
1 unit
4 unit
9 unit
-
-
-
Pendidikan1. PAUD
2. TK
3. SD
4. SMP
5. SMA / SMK
6. Perguruan Tinggi
7. Pendidikan Non Formal
6 pos
2 unit
4 unit
1 unit
0
0
5 unit (kursus)
-
-
-
-
5 km
25 km
-
Kesehatan1. Rumah Sakit
2. Puskesmas
3. Puskemas Pembantu
4. Pos Kesehatan Desa
5. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
6. Pos KB
7. Praktek Dokter
8. Prakter Bidan
0
0
1 unit
1 unit
9 unit
4 unit
1 unit
1 unit
5 km
3 km
-
-
-
-
-
-
Keagamaan1. Masjid Jam'i
2. Masjid / Mushola
3. Gereja
4. Vihara
5. Klenteng
4 unit
30 unit
3 unit
0 unit
0 unit
-
-
-
-
-
Ekonomi1. Pasar Kabupaten
2. Pasar Kecamatan
3. Pasar Desa
3. Bank
4. ATM
5. Kios Desa
0 unit
0 unit
1 unit
0 unit
0 unit
5 kios
25 km
5 km
-
5 km
5 km
-
Air Bersih1. PDAM Kabupaten
2. Pamsimas – Desa
3. Pemandian Umum
100 KK
300 KK
10 unit
Informasi & Komunikasi1. Papan Pengumuman
2. Buletin Desa
3. Radio Komunitas
4. TV Streaming Desa
5. Website Desa
6. Free WiFi (hotspot)
9 pos (@ 1 per RW)
1 terbitan / bulan
2 radio
1 TV Desa
1 website Desa
2 area
Olah raga1. Lapangan Sepak Bola
2. Lapangan Bola Voli
3. Lapangan Basket
4. Lapangan Bulu Tangkis
5. Jogging Track
6. Tenis meja
7. Kolam Renang
3 unit
20 unit
5 unit
25 unit
2 unit
15 unit
1 unit