image

KARANGGAYAM.DESA.ID | 30/05/2016. Dalam rangka ikut aktif membangun Sumber Daya Manusia di lingkungan Desa Karanggayam, baik untuk aparatur maupun warga masyarakat sekitar. Karanggayam mendelegasikan 5 orang perwakilan yang ditunjuk dari tokoh pemuda, BPD dan perangkat desa untuk mengikuti kegiatan Workshop Desa Inklusi dan Pelayanan Non Diskriminatif selama 2 hari (27-28/5) yang diselenggarakan oleh Wahid Foundation dan bekerja sama dengan Gedhe Foundation dan Gerakan Desa Membangun (GDM) wilayah Banyumas, guna membahas akan arti pentingnya desa inklusi untuk pelayanan pemerintah desa yang prima.

Desa inklusi mengandung maksud mewujudkan desa yang ramah dan menyenangkan untuk pelayanan ke siapapun terlebih untuk minoritas atau kaum marjinal. Sejalan dengan visi Wahid Foundation yang disampaikan oleh Endah Nurdiana selaku Direktur, “Beragam inisiatif sangat diperlukan guna memperkuat masyarakat sipil dan tata kelola pemerintah yang baik untuk penguatan demokrasi,” ujarnya sebagai pengisi acara.

Di dalam acara tersebut, perwakilan dari 6 desa yang diundang diajak untuk berdiskusi dalam hal upaya implementasi pemerintah desa mewujudkan suasana inklusi sosial baik di kalangan aparatur maupun warga. Agar supaya tidak lagi ada sekelompok yang merasa termarjinalkan, karena masing-masing orang sudah mendapat jaminan hak yang setara sesuai dengan amanah pasal 28 UUD 1945.

Karanggayam mencoba mempresentasikan hasil  diskusi yang berupa SOP pelayanan tindak lanjut apabila terjadi tawuran antar warga dengan alur yang efektif dan se-efisien mungkin dengan mengedepankan musyawarah sebagai bentuk pengamalan pancasila, sila ke-4 dengan tidak menitik-beratkan atau berpihak hanya pada kelompok tertentu saja yang terlibat pertikaian, dengan harapan tidak akan terjadi konflik sosial yang berkelanjutan.

Banyak sekali pembahasan sosial yang didiskusikan pada acara tersebut, dan inklusi sosial menjadi PR untuk Pemerintah Desa Karanggayam berperan aktif mewujudkan desa inklusi dengan baik seperti yang sudah dijalankan oleh Desa Tanjungsari Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka yang dipimpin oleh Bapak Tasrip.

Desa berharap dengan sinergi antar desa yang mengikuti workshop, inklusi sosial bisa diterima oleh warga masyarakat dengan baik khususnya Desa Karanggayam. “Hal ini memang sudah menjadi wacana pemerintah desa agar masyarakat bisa paham tentang inklusi sehingga tidak ada yang merasa dibeda-bedakan,” kata Nanang Supono selaku kepala desa dalam wawancara khusus dengan pengelola website desa.

Kades menginginkan warga Karanggayam tidak segan untuk menyampaikan aspirasinya untuk kemajuan desa, sehingga antara pemerintah desa dengan warga bisa terjalin sinergi dengan baik untuk mewujudkan desa inklusi.(adm/bli)