Salam kenitu dengan jari membentuk seperti huruf C (Chrysophyllum Cainito)

KARANGGAYAM.DESA.ID

Buah Kenitu. Pernah mencicipi buah legit ini? Di antara seratus teman asrama saya, tidak sampai puluhan yang pernah menikmati buah kenitu. 

Panggilannya Pak Nanang. Dia Kepala Desa Karanggayam, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas yang giat mengenalkan buah kenitu. Saya berkesempatan mencicipi buah yang memiliki nama latin Chrysophyllum cainito pada kegiatan Gerakan Desa Membangun pada Sabtu (3/9).

Bermula dari itu, saya menyimpan harapan untuk melihat pohonnya. Doa itu terjawab karena pada Selasa (6/9) saya sampai di Karanggayam setelah menempuh satu setengah jam perjalanan dari Purwokerto. 

Saya langsung bertemu Kamad dan Kaduri, pemilik buah kenitu. Saat saya amati dengan lebih cermat, kenitu berwarna hijau, bergaris merah, dan merah tua saat ranum. Bentuknya seperti markisa, tekstur daging buahnya mirip manggis, dan rasanya seperti susu kental manis.

Pohon Kenitu di Karanggayam saat ini rata-rata sudah mencapai tiga puluh (30) meter. Jumlahnya lebih dari lima puluh (50) dan berbuah ketika musim kemarau. Puncak panen kisaran bulan Agustus.

Pemilik kenitu memanjat pohon kenitu dan memetiknya dengan galah. Kenitu yang sulit terjangkau, dibiarkan menjadi santapan kelelawar. Mereka memetik kenitu untuk konsumsi sendiri dan dibagikan ke tetangga. Sesekali, ada yang membeli dari luar Karanggayam. Saat ini, kenitu belum memiliki nilai ekonomis yang tinggi.  

 “Rasanya enak dan manis,” puji penikmat kenitu. 

Usaha Pak Nanang dalam mengenalkan kenitu adalah ikhtiar. Dia berharap, kenitu akan lekat dengan Karanggayam dan berdampak positif pada ekonomi dan budaya. Saat ini, konsumen mulai menilai buah dari fisik dan khasiat bagi kesehatan. 

Kenitu memiliki sejumlah kandungan nutrisi, yaitu kaya serat alami, kalsium, dan mineral. Berkaca dari pengalaman tersebut, saya melihat usaha Kepala Desa muda ini patut diacungi jempol dalam menangkap peluang buah lokal.  

Ke depan, saya berharap semakin banyak yang mencintai kenitu. Semoga, kenitu mampu bersaing di tengah kompetisi global. Dalam mewujudkannya, perlu kerja bersama lintas aktor, tidak hanya pemerintah desa, pemuda, organisasi masyarakat, juga pihak lain yang peduli kenitu. Mari sebarkan #salamkenitu.

Penulis : Kurnia Islami (Mahasiswa Magang di Gedhe Foundation)